Dalam buku barunya yang diterbitkan di Indonesia berjudul, "Paradigma Baru Pasar Finansial" George Soros, spekulator ternama, menjelaskan pandangan mendasarnya mengenai masalah finansial/ekonomi..
Dia menawarkan teori refleksivitas yang merevisi teori ekuilibrium, yang dikatakan olehnya adalah penyebab resesi dunia baru-baru ini.. Dalam teori ini Soros mengemukakan pandangannya mengenai 'gap' yang ada pada partisipan ekonomi dengan kenyataan fundamental pasar yang ada.. Bahwasanya ketidakpastian tidak bisa terlepaskan dari aktivitas ekonomi..
Dalam resensi N.Mursidi di Koran Jakarta, dikatakan bahwa pembaca akan bosan terhadap buku ini, karena secara jelas hanya mengandung filosofi dari Soros, bukan tips menjadi trader valas yang handal..
Penulis katakan hal tersebut sangatlah tidak tepat! Justru pandangan ini adalah pandangan mendasar dari Soros dalam berspekulasi.. Bahwasanya pasar didasarkan pada sentimen2 partisipan, di mana informasi mengenai kenyataan fundamental tidak tersebar secara merata dan tidak menyeluruh.. Oleh karena itu terdapat gap dan ketidakpastian di sana..
Prinsip inilah yang 'mungkin' menjadikan Soros piawai dalam berspekulasi di pasar mata uang.. Karena sesuai dengan prinsip Warren Buffet juga: "Serakahlah di saat orang lain takut, dan takutlah di kala orang lain serakah"
Penulis rasa hal ini menyiratkan dengan jelas, tinggal pembaca sendiri yang menafsirkan dan memahami dari konsep2 kunci di tulisan ini..